Selamat Membaca ^_^

Rabu, 20 Juni 2012

Air Mata Bahagia di Hari ULTAH ku




"De'... de'... Selamat Ulang Tahun..." bisik seraut wajah tampan tepat di hadapanku. "Hmm..." aku yang sedang lelap hanya memicingkan mata dan tidur kembali setelah menunggu sekian detik tak ada kata-kata lain yang terlontar dari bibir suamiku dan tak ada sodoran kado di hadapanku.

Shubuh ini usiaku dua puluh empat tahun. Ulang tahun pertama sejak pernikahan kami lima bulan yang lalu. Nothing special. Sejak bangun aku cuma diam, kecewa. Tak ada kado, tak ada black forest mini, tak ada setangkai mawar seperti mimpiku semalam. Malas aku beranjak ke kamar mandi. Shalat Subuh kami berdua seperti biasa. Setelah itu kuraih lengan suamiku, dan selalu ia mengecup kening, pipi, terakhir bibirku. Setelah itu diam. Tiba-tiba hari ini aku merasa bukan apa-apa, padahal ini hari istimewaku. Orang yang aku harapkan akan memperlakukanku seperti putri hari ini cuma memandangku.


Alat shalat kubereskan dan aku kembali berbaring di kasur tanpa dipanku. Memejamkan mata, menghibur diri, dan mengucapkan. Happy Birthday to Me... Happy Birthday to Me.... Bisik hatiku perih. Tiba-tiba aku terisak. Entah mengapa. Aku sedih di hari ulang tahunku. Kini aku sudah menikah. Terbayang bahwa diriku pantas mendapatkan lebih dari ini. Aku berhak punya suami yang mapan, yang bisa mengantarku ke mana-mana dengan kendaraan. Bisa membelikan blackforest, bisa membelikan aku gamis saat aku hamil begini, bisa mengajakku menginap di sebuah resor di malam dan hari ulang tahunku. Bukannya aku yang harus sering keluar uang untuk segala kebutuhan sehari-hari, karena memang penghasilanku lebih besar. Sampai kapan aku mesti bersabar, sementara itu bukanlah kewajibanku.

"De... Ade kenapa?" tanya suamiku dengan nada bingung dan khawatir.
Aku menggeleng dengan mata terpejam. Lalu membuka mata. Matanya tepat menancap di mataku. Di tangannya tergenggam sebuah bungkusan warna merah jambu. Ada tatapan rasa bersalah dan malu di matanya. Sementara bungkusan itu enggan disodorkannya kepadaku.
"Selamat ulang tahun ya De'..." bisiknya lirih. "Sebenernya aku mau bangunin kamu semalam, dan ngasih kado ini... tapi kamu capek banget ya? Ucapnya takut-takut.

Aku mencoba tersenyum. Dia menyodorkan bungkusan manis merah jambu itu. Dari mana dia belajar membukus kado seperti ini? Batinku sedikit terhibur. Aku buka perlahan bungkusnya sambil menatap lekat matanya. Ada air yang menggenang.

"Maaf ya de, aku cuma bisa ngasih ini. Nnnng... Nggak bagus ya de?" ucapnya terbata. Matanya dihujamkan ke lantai.
Kubuka secarik kartu kecil putih manis dengan bunga pink dan ungu warna favoritku. Sebuah tas selempang abu-abu bergambar Mickey mengajakku tersenyum. Segala kesahku akan sedikitnya nafkah yang diberikannya menguap entah ke mana. Tiba-tiba aku malu, betapa tak bersyukurnya aku.

"Jelek ya de'? Maaf ya de'... aku nggak bisa ngasih apa-apa.... Aku belum bisa nafkahin kamu sepenuhnya. Maafin aku ya de'..." desahnya.
Aku tahu dia harus rela mengirit jatah makan siangnya untuk tas ini. Kupeluk dia dan tangisku meledak di pelukannya. Aku rasakan tetesan air matanya juga membasahi pundakku. Kuhadapkan wajahnya di hadapanku. Masih dalam tunduk, air matanya mengalir. Rabbi... mengapa sepicik itu pikiranku? Yang menilai sesuatu dari materi? Sementara besarnya karuniamu masih aku pertanyakan.

"A' lihat aku...," pintaku padanya. Ia menatapku lekat. Aku melihat telaga bening di matanya. Sejuk dan menenteramkan. Aku tahu ia begitu menyayangi aku, tapi keterbatasan dirinya menyeret dayanya untuk membahagiakan aku. Tercekat aku menatap pancaran kasih dan ketulusan itu. "Tahu nggak... kamu ngasih aku banyaaaak banget," bisikku di antara isakan. "Kamu ngasih aku seorang suami yang sayang sama istrinya, yang perhatian. Kamu ngasih aku kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kamu ngasih aku dede'," senyumku sambil mengelus perutku. "Kamu ngasih aku sebuah keluarga yang sayang sama aku, kamu ngasih aku mama...." bisikku dalam cekat.

Terbayang wajah mama mertuaku yang perhatiannya setengah mati padaku, melebihi keluargaku sendiri. "Kamu yang selalu nelfon aku setiap jam istirahat, yang lain mana ada suaminya yang selalu telepon setiap siang," isakku diselingi tawa. Ia tertawa kemudian tangisnya semakin kencang di pelukanku.

Rabbana... mungkin Engkau belum memberikan kami karunia yang nampak dilihat mata, tapi rasa ini, dan rasa-rasa yang pernah aku alami bersama suamiku tak dapat aku samakan dengan mimpi-mimpiku akan sebuah rumah pribadi, kendaraan pribadi, jabatan suami yang oke, fasilitas-fasilitas. Harta yang hanya terasa dalam hitungan waktu dunia. Mengapa aku masih bertanya. Mengapa keberadaan dia di sisiku masih aku nafikan nilainya. Akan aku nilai apa ketulusannya atas apa saja yang ia berikan untukku? Hanya dengan keluhan? Teringat lagi puisi pemberiannya saat kami baru menikah... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...

To my luv, thank u 4 d best gift I ever have
To my luv, thank u 4 d best gift I ever have

Selasa, 19 Juni 2012

Jangan Mau di Bodohi Perasaan


Q brharap pd sseorang Ɣαήğ tlah pergi, ┏̲A̶̲̥̅K̶̲̅υ̲̣┓ brharap khadirannya, [ạ̣̥̲̲̅̅][κ̣̥̲̲̅̅][u] brharap kebaikannya, ┏̲A̶̲̥̅K̶̲̅υ̲̣┓ brharap prhatiannya... Tapi.. Sring ┏̲A̶̲̥̅K̶̲̅υ̲̣┓ mnangis karenanya, Sring q dikecewakannya, Sering q mrasa disakiti olehnya... Lalu… Apakh dlm kcewa, dlm tangis dan dlm sakit itu ada kbahagiaan Ɣαήğ q dapatkan? Apakah dgn kkecewaan ini, dgn tangis ini, dgn prasaan sakit hati ini, dia menjadi mencintaiku? Mungkin jawabannya TIDAK Jadi… Bukankah ini saat yang tepat untuk pergi? Bukankah ini saat yang tepat untuk menjauh? Stidaknya q pergi dari rasa kecewa ini… Ya ini sangat sulit buat q... Tanpa q sadari… Q telah hanyut dlm harapan, impian dan angan kosongku sendiri... Sdikit kata darinya sudah mmbuat q merasa diperhatikan Sdikit snyum darinya sudah mmbuat q brpikir dia peduli Sedikit kabar darinya sudah membuat q terlena, tak beranjak… Ya… semua Ɣαήğ sedikit itu saja sudah membuat q bahagia… Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat q bertahan.. Untuk sesuatu Ɣαήğ KOSONG, Untuk ssuatu Ɣαήğ tdk prnah dia pikirkan .Untuk sesuatu Ɣαήğ bukan apa-apa untuknya Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yg akan datang… Q akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi… Ini saatnya q mlangkah… Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai Tdk akan brtahan untuk harapan yg tdk pernah ada… Tdk akn menunggu hembus angin yang lalu… Q Ъќ ingin terbangun dlm keadaan remuk Selagi q bisa berdiri… Selagi airmataku belum habis Selagi hatiku belum bernanah.. Biarlah sakitnya terasa hari ini.. Esok luka itu akan mengering Biarlah dia menjadi bagian kenanganku Tapi dia tdk lagi menghancurkanku Bahkan ketika q pergi Dia tdk pernah menangisiku Mungkin dia tdk menyadarinya Karena q bukan yang diharapkannya Q bukan yang dipirkannya Q bukanlah apa-apa baginya Biarlah airmata ini menetes sederasnya Dan biarlah rasa sakit ini menghunjam dalam Tapi untuk yang TERAKHIR kalinya…. Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini.. Diluar sana masih banyak yang membutuhkanku.. Q kini hanya untuk mereka yang siap menerima cintaku.. Hanya untuk mereka yang lebih menghargai cintaku. S̤̈ê♏ängät ўɑ̣̣̝̇̇ɑ̤̥̈̊ά̲̣̥α̇̇̇ kawaan...hidup hanya sekali lho....jgn sia2kan wktumu untuk ssuatu Ɣαήğ tdk pasti....ok

MENCINTAI TANPA ALASAN


Nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada tunangannya.... “Kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” Tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali nadia tetap mendapat jawaban yang sama...



Suatu sore Nadia tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya. Fina,Angel, dan Aqila. Nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya, “kenapa kamu cinta aku?”



Fina suka bilang, suka sama dia karena Fina orangnya cantik. Sedangkan Angel, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik, kemudian Aqila, Aqila bilang, “ suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik, dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”



Sedangkan Nadia - lagi dan lagi tidak punya jawaban, karena tunangannya tidak pernah mengatakannya. Nadia kecewa... “Berarti tunangannya tidak mencintaiku lagi” !!! Nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya. Mereka semua punya alasan, sedangkan kamu enggak pernah punya… .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Nadia, tapi Nadia tidak memberinya kesempatan. Nadia melangkah penuh rasa kesal.



Suatu hari Nadia pergi keluar kota bersama teman2nya. Jalanan penuh dengan kabut tebal, hujan turun sangat lebat dan Nadia kehilangan control mobilnya... mobil terjun bebas kedalam jurang.

Gelap...

sunyi...

hilang...



Nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat nadia menjerit sejadi jadinya. Tapi lagi lagi nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya. Ada sesuatu yang salah pada lidah nadia... ia tidak bisa menggunakannya untuk berbicara..



Belum habis kesedihannya, saat akan melangkah Nadia kesakitan karena kedua kakinya digips. Ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet dashbor mobilnya. Beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki nadia. Nadia benar2 terpukul.



Di tempat pemulihan, Nadia yang tengah duduk diatas kursi roda, memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat 4 bulan sudah Nadia berada disana. Namun Nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan. Kakinya masih saja lumpuh, lidahnya masih belum mampu berrkata sepatah-pun. Sedangkan wajahnya, hingga hari itu, Nadia enggan melihat cermin…



Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri Nadia di tempatnya biasa duduk. Karena Nadia belum bisa berbicara, maka ia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas.



“Kenapa kamu kesini??

“Aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”

“Kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??

Pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu nad

“Kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi... aku udah enggak berarti...” nadia menangis…



Pemuda itu memandang lekat wajah Nadia.



“Kamu tau Nad, dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya, mengapa aku mencintai kamu. Kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? Dan kalu kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek.



“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”



Nadia menangis ..terharu



Cinta adalah Memberi...memberi...dan memberi. Cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan.



Dengan cinta hidup terasa manis. Indah dan sempurna. Ingat tidak saat masih belum menikah. Kekasih jerawatan dibilang sebersih embun, badan kekasih gendut dibilang seksi dan menawan dan banyak lagi pembenaran lainnya. Tapi banyak diantaranya setelah menikah, semua itu seperti lenyap, kenapa?? “Karena kita memiliki alasan….”



AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..



BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..



JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…

Senin, 01 Agustus 2011

Kewajiban taat atau patuh seorang istri kepada suami itu selama masih dalam bata-bbatas hukum syari’at (shaleh dan adil). Adapun perintah atau larangan suami yang melanggar batas syari’at, seorang istri tidak wajib mentaati atau mematuhinya. Ketidaktaatan dan kepatuhan istri tersebut tidak termasuk nusyuz yang dilarang. Seperti suami mengajak berbuat maksiat, melarang shalat atau perintah shalat tanpa memenuhi rukun dan syarat. Mentaati dan mematuhi suami perintah maksiat sama dengan mentaati dan mematuhi perintah syaithan.

Pasal 97 Tentang Tanggung Jawab Suami
“Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita, dengan ilmu atau akal) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka, kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. An Nisaa’: 34, Jalalain:1/76).

Pasal 98 Tentang Batas-Batas Nusyuz
Dan berhasil nusyuz bagi seorang wanita yang menolak suaminya dan tamattu’ bersedap-sedapan dan walaupun dengan seumpama bersentuhan, atau tidak patuh diletakkan pada tempat yang dikehendaki suaminya.
Tidak termasuk nusyuz jika seorang wanita menolak suaminya mengajak tamattu’ karena udzur, seperti karena suami terlalu besar alat vitalnya, sehingga mengakibatkan lecet-lecet dalam farji. Hal ini menyebabkan istri tidak mampu melayani setubuh dengan suaminya. Tidak tergolong nusyuz pula bagi seorang wanita yang sedang haid diminta melayani setubuh suaminya, karena masih dalam keadaan kotor dan sukar. (Hamisy I’anatut Thalibin: IV/78-79).

Pasal 99 Tentang Gugurnya Mu’nah Menurut Ijma’
Dan gugur kewajiban suami memberi seluruh kebutuhan belanja istrinya karena sebab nusyuz. Demikian itu ijma’, sebab istri meninggalkan kemampuan patuh dan taat kepada suaminya, sekalipun hanya sesaat lamanya pun, tetapi sehari penuh gugur kewajiban suami memberi nafkah padanya. (Hamisy I’anatut Thalibin: IV/77).
Tidak ada perintah mewajibkan seorang wanita taat dan patuh kepada suaminya kecuali suami akan mengajarkan dan memerintahkan istrinya tentang sah iman dan sah shalatnya.
Seperti halnya, syara’ mewajibkan masyarakat menganut pada Ulil Amir (penguasa pemerintahan) perintah kebenaran mengajak taat kepada Allah. Karena Ulil Amri oleh syara’ diwajibkan berlaku benar semua titahnya kepada rakyat, sehingga penguasa dan rakyat dapat berbakti dan mencari ridla kepada Allah. Demikian juga, murid terhadap guru, anak terhadap orang tua dan kaum pemuda terhadap kaum dewasa.
ditranslite dari Kitab Tabiyinal Islah




Arti dan makna Surat Annisa : 34


kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya ,Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.(Qs Anisa:34)

Wanita Shalihah (isteri shalihah) merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Allah. Titel atau gelar itu bukan sekadar nama dan kebanggaan, tetapi dia adalah buah dari satu perjuangan panjang dalam kehidupan seorang wanita. Masyarakat Muslim diingatkan, supaya waspada terhadap khadra'uddiman, yaitu wanita cantik yang tumbuh dewasa di tempat yang buruk.

banyak wanita mendambakan titel itu, tetapi sangat sedikit yang sampai kepada tujuan yang dirindukan. Sebab, perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh seorang wanita meng-haruskannya melalui jalan yang terjal, berkelok, ber-batu, naik bukit dan turun gunung, penuh onak dan duri. Kenanglah sejenak perjalanan hidup para pemimpin wanita ahli sur-ga, yaitu sebaik-baik wa-nita sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini.

“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari Muslim). Dari Abu Musa ra. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Lelaki yang sempurna ba-nyak, tetapi tidak demikian halnya bagi wanita kecuali Asiah istri Fir'aun dan Mar-yam binti Imran. Dan sesung-guhnya keutamaan Aisyah atas wanita lainnya seperti ke-utamaan tsarid (lauk yang berminyak) atas makanan lainnya.” (HR. Bukhari). Nabi Saw bersabda: “Fati-mah adalah pemimpin wanita ahli surga”.(HR.Bukhari)


Kesemua wanita yang disebut di dalam hadits-hadits di atas, yang diberi gelar sebagai sebaik-baik wanita ahli surga (Mar-yam, Asiah, Khadijah, Aisyah dan Fatimah) ada-lah wanita-wanita yang perjalanan hidupnya pe-nuh dengan ujian dan tan-tangan. Mereka ditimpa banyak musibah dan bala bencana, baik dalam urusan keluarga, masya-rakat dan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Na-mun mereka tidak ber-geming dari keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt.

Apakah ciri dan karakter yang dimiliki da-lam menjalankan ke-hidupan sehari-hari, sehingga dengan tegar ber-tahan dari segala amuk duniawi, dan mendapat-kan gelar mulia sebagai wanita/istri shalihah? Se-cara umum dijelaskan di dalam al-Qur'an, AllahSwtberfirman:|


“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wa-nita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[ ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (Qs. An Nisaa' 4: 34)


Inilah ayat yang me-nerangkan secara terpe-rinci tentang ihwal kaum wanita dalam ke-hidupan rumah tangga yang berada di bawah ke-pemimpinan kaum pria. Disebutkan bahwa ada dua jenis wa-nita: yang shalihah dan yang tidak shalihah. Lalu ciri shalihah antara lain adalah taat, yaitu taat ke-pada Allah Swt, kepada Rasul Nya dan taat kepada suami. Selain itu dia betah tinggal di rumah, bersikap ma'ruf kepada suami dan menjaga kehormatan diri di saat suaminya tidak ada di rumah.


Ats-Tsauri dan Qata-dah mengatakan: Arti menjaga kehormatan diri di saat suami tidak ada di rumah adalah menjaga segala sesuatu yang mesti dipelihara, baik berkenaan dengan kehormatan diri maupun harta. Sementara itu Ibnu Jarir dan al-Baihaqi meriwayatkan ha-dits dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda:


“Sebaik-baik wanita adalah yang menawan hati-mu bila engkau pandang, taat manakala engkau perintah, dan menjaga hartamu serta memelihara kehormatan diri-nya ketika engkau tidak ada di rumah.” Kemudian Rasulullah Saw. membaca ayat tersebutdiatas.(Qs.AnNisaa'4:34).


Syeikh Muhammad Abduh mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menjaga kehormatan diri di sini adalah menutup apa yang dapat membuat malu ketika diperlihatkan atau diungkapkan. Artinya, menjaga segala sesuatu yang secara khusus berke-naan dengan rahasia suami istri, serta tidak menceritakan rahasia su-aminya kepada siapa-pun kecuali kepada orang yang benar-benar dipercaya ka-rena ingin mencari solusikeruwetan rumahtangga.


Secara syar'i, yang juga bisa dikategorikan da-lam hal ini adalah keha-rusan merahasiakan se-gala sesuatu yang berkait-an dengan hubungan intim suami istri, termasuk di da-lamnya menceritakan hal-hal yang tidak senonoh. Jangan seperti khadrau'ud-diman, seperti yang sering ditayangkan infotainment tv, mengumbar segala au-rat keluarga sehingga o-rang jijik mendengarnya.


Apatah lagi bila sam-pai ke bentuk-bentuk perilaku yang mereka laksana-kan sebagai pasangan sua-mi isteri yang tidak layak didengar oleh selain me-reka. Selain itu juga dapat difahami bahwa ungkapan yang disebut oleh al-Qur-'an di atas, merupakan salah satu ungkapan yang memiliki arti kiasan yang amat mendalam: meng-hentak kaum wanita yang keras hati, namun bisa di-fahami rahasianya oleh mereka yang berhati lembut.


Kaum wanita me-mang memiliki naluri yang demikian lembut, dimana anda sekalian bisa mene-robos hati mereka hanya dengan menyentuh ujung jarinya saja. Jantung me-reka memiliki nadi-nadi peka yang segera memompakan darah ke raut wajah mereka manakala menerima rangsangan.


Maka tidak dibenar-kan menghubungkan lang-sung kalimat hifzhul ghaib (menjaga harta dan kehor-matan diri) dengan kalimat bima hafizhallah (sebagai-mana Allah menjaga diri-nya). Sebab perpindahan yang demikian drastis dari penuturan rahasia diri yang tersembunyi ke arah penuturan penjagaan Allah yang demikian jelas memalingkan seseorang untuk berfikir secara ber-kepanjangan tentang hal-hal yang berada di balik tabir-tabir rahasia pribadi suami istri. Yakni, hal-hal yang tersembunyi dan rahasia, untuk dialihkan pada pengawasan Allah Azza wajalla.

Penghormatan yang diberikan kepada kaum wanita melalui kesaksian Allah tersebut di atas, di-maksudkan agar mereka tetap terjaga dari jamahan tangan-tangan kotor, pan-dangan mata jahil, atau pergunjingan, di saat sua-mi mereka tidak berada di rumah, melalui bujukan, rayuan berupa lembaran-lembaran uang, mobil mewah, rumah indah atau beberapa kerat roti.



Jadi, wanita-wanita shalihah ialah wanita yang menjaga harta dan kehor-matan dirinya ketika su-aminya tidak di rumah, sebagaimana Allah telah menjaga mereka. Itulah yang menjadi sifat shalihah kepada mereka. Sebab se-orang wanita yang sha-lihah akan selalu men-dapat pengawasan dari Allah Swt, dan ketakwaan yang mereka miliki me-nyebabkan mereka bisa menjadi wanita-wanita yang terpelihara dari sifat khianat dan mampu men-jaga amanat.



Oleh karena itulah yang dimaksud dengan Wanita Shalihah dalam ayat di atas adalah mereka yang selalu taat kepada Allah Swt, Rasul Nya, suaminya dan tidak mem-perturutkan hawa nafsu-nya dalam hidup harian-nya. Apabila dikaitkan arti ayat yang disebutkan di atas tepat sekali untuk menggambarkan ihwal kaum wanita masa kini yang senang membeberkan rahasia-rahasia rumah tangga sendiri, atau rumah tangga orang lain (gosip wanita sinetron) dan tidak bisa menjaga harta dan kehormatan dirinya mana-kala suami mereka tidak berada di rumah bukanlah termasuk dalam koridor wanita shalihah.

Wallohi dialah permata yang paling indah di dunia dan penghias taman surga abadi.dari rahimnya terlahir pewaris nabi penerus risalah perjuangan di jalan Alloh,maka bersegerahlah untuk menjadi wanita yang sholihah

Jumat, 22 Juli 2011

Seuntai Do'a ku




Ya ALLAH.. ampunilah dosa ku yang telah kuperbuat limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiada terbatas… berikanlah aku kekuatan mental, kurniakanlah aku dengan sifat keredhan…. peliharalah lidahku dari kata-kata nista… kuatkanlah semangatku menempuhi segala cobaan Mu berikanlah aku sifat kasih sesama insan….

Ya ALLAH…Sekiranya suamiku ini adalah pilihan Mu di Arash. Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya. Sekiranya suamiku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititianMu. Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya. Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku di Jannah Mu, Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduh akan segala perintahnya. Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku di Dunia Mu. Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya, Sekiranya suami ku ini jodoh yang dirahmati oleh Mu. Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala ragamnya.

Tetapi ya ALLAH…Sekiranya suamiku ini ditakdirkan bukan untuk diriku seorang. Kau tunjukkanlah aku jalan yang terbaik untuk aku arungi segala dugaanMu. Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan duniaMu. Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya, Sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan, Kurniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku memperbetulkan keadaanya. Sekiranya suamiku menyintai kesesatan, Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaan.

Ya ALLAH…Engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku, Engkau jugalah yang Maha Mengampuni segala kesalahan dan kehilafanku. Sekiranya aku khilaf berbuat keputusan, Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau redhai, Sekiranya aku lalai dalam tanggung jawabku sebagai isteri, hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhirat Mu, Sekiranya aku ingkar dan durhaka

Berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMuYa ALLAH…Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu, Aku buta tanpa bimbingan Mu, Aku cacat tanpa hidayah Mu,Aku hina tanpa Rahmat Mu

Ya ALLAH…Kuatkan hati dan semangatku, Tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu, Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami, Bukakanlah hatiku untuk menghayati agama Mu, Bimbinglah aku menjadi isteri Solehah Hanya pada Mu,

Ya ALLAH…Ku mohon dengan segala harapaku ,aku pasrahkan hanya kepadaMu, Karna aku sadar aku ini adalah insan yang hina, dan insan lemah yang kerap keliru, terlena dengan keindahan duniaMu, Karna kurang kesabaran ku menghadapi segala cobaaan Mu,
Ya ALLAH Ya Rabbi…….Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati, Isteri yang dikasihi, Isteri yang sholehah, Isteri yang sentiasa dihati..Amin, Ya Rabbi A'alamiin…….

Kamis, 21 Juli 2011

*HANYA BUAT SUAMIKU*•.

Kepadamu yang telah menjadi pendampingku kini..
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kamu pilih..

Padahal kamu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kamu tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang telah memilihku..

Aku tak sebijak Siti khadijah, karenanya ku ingin kamu tahu, aku akan saja berbuat salah dan begitu menyedihkan.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kamulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku..
Ingatlah, tak selamanya aku akan cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan hodoh.
Mungkin karena aku begitu sibuk di dapur, menyiapkan makan untuk kamu dan anak-anak kita nanti

Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus meguruskan istana kecil kita, agar kamu dan anak kita dapat tinggal dengan nyaman dan damai.

Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja..
Ataukah kamu akan menemukanku tersengguk-sengguk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga anak kecil kita yang sedang sakit, dan ku tau kamu letih mencari rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..

Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku..

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis , bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlu tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku perlukan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul penuh kasih sayang si kecil kerana lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan kerana ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan memarahiku kerana telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, kerana dengan itu ku tau kamu selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kamu akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada anak kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku..

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku..
Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kamu dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai kereput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian bertambah, iaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku kerana aku bukan PUTRI KERAJAAN.. Aku hanya wanita biasa.